banner 728x250
Berita  

Tingkatkan Kompetensi Wartawan, PWI Kalteng Gelar UKW Kelas XVIII

banner 468x60

Ketua PWI Kalteng, M. Haris Sadikin. (Foto: Istimewa).

banner 336x280

Palangka Raya, Kalimantan Tengah – Kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya kembali diasah melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Tengah, Kelas XVIII.

Kegiatan yang diikuti oleh 29 wartawan dari berbagai media ini digelar selama dua hari, Sabtu – Minggu (24-25/9) di Aula Hotel Aurelia, Jalan Adonis Samad.
Ketua PWI Kalteng HM Harris Sadikin mengatakan kompetensi merupakan sarana untuk mengukur kemampuan jurnalis dalam bekerja.

“Profesionalisme jurnalis diuji, apakah telah bekerja sesuai kode etik jurnalistik dan hukum. Uji kompetensi merupakan kewajiban profesi jurnalis sebagai tolak ukur dan profesionalisme seseorang yang berprofesi sebagai jurnalis,” ujarnya, Jumat. (23/9/2022).

Ia mengatakan, legalitas jurnalis sangat penting karena mereka adalah orang-orang yang rutin melakukan kegiatan jurnalistik dalam bentuk mencari, memperoleh, memperoleh, mengolah dan menyampaikan informasi yang disajikan dalam bentuk media cetak dan sebagainya.

Uji kompetensi ini harus dilakukan agar jurnalis memiliki legalitas hukum yang terdaftar dan diakui oleh negara dan masyarakat, kemudian peserta dihadapkan pada ujian yang menentukan kelulusannya.

Dalam melaksanakan UKW, jelas Harris, PWI memberikan kesempatan bagi para jurnalis baru, serta mereka yang ingin meningkatkan statusnya dari Muda menjadi Menengah, atau Menengah ke Utama.

“Tidak hanya itu, sertifikat UKW menjadi salah satu syarat menjadi anggota PWI. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga. PWI merupakan organisasi yang sangat selektif dalam menerima anggota melalui sertifikasi wajib UKW,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan, uji kompetensi bukanlah akhir dari skala penilaian profesionalisme jurnalis. Setiap jurnalis yang telah mengikuti uji kompetensi, kata Harris, masih dipantau dalam aktivitasnya sehari-hari.

Jika ditemukan pelanggaran hukum atau kode etik, sanksi akan diberikan kepada jurnalis yang telah memiliki sertifikat kompetensi.

Secara terpisah, Wakil Kepala Dinas Pendidikan PWI Kalteng, Seventin Gustapatmi menambahkan, wartawan yang sudah memiliki sertifikat kompetensi tentunya akan bekerja lebih profesional.

“Kami berharap setiap jurnalis sebagai peserta UKW dapat menerapkan keterampilan dan pengetahuannya pada UU No. 40 Tahun 1999, khususnya Pasal 7 Ayat 2, terkait Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan peraturan perundang-undangan lainnya. Semakin kompeten jurnalis, semakin tinggi kualitas media yang menampung mereka,” ujarnya. (@kebohongan/Tim).

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.