banner 728x250
Berita  

Orasi Ketua DPRD tentang Mobil Komando Buruh

banner 468x60

BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi HM Saifuddaulah bersama anggota DPRD dan Kapolres Kota Bekasi Kombes Pol. Hengki, menaiki mobil komando pengunjuk rasa di halaman gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (15/9). Dan juga memberikan orasi di depan ratusan demonstran menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

banner 336x280

“Kami di DPRD Kota Bekasi juga merasakan penderitaan masyarakat atas kenaikan harga BBM. Oleh karena itu, kami akan terus menampung dan menyalurkan aspirasi tersebut ke tingkat pusat, agar mereka benar-benar merasakannya dan segera menurunkan harga BBM karena itu Tidak benar kalau masyarakat baru pulih secara ekonomi,” kata Saifuddaulah dari atas mobil komando buruh.

Pekerja dari Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Seluruh Indonesia (PC FSP KEP SPSI) menggerebek DPRD Kota Bekasi untuk meminta penurunan harga BBM dan membatalkan omnibus law yang menyulitkan masyarakat khususnya para pekerja.

“Kami para buruh sudah merasakan dampak dipaksa menaikkan harga BBM. Dari kenaikan harga bahan pokok hingga gaji yang tidak lagi sebanding dengan keluarga dan biaya hidup akibat kenaikan harga BBM,” ujar salah satu orator aksi.

Selain menuntut penurunan harga BBM, para buruh yang tergabung dalam PC FSP KEP SPSI juga meminta pemerintah Presiden Joko Widodo membatalkan omnibus law. Dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil menetapkan UMK 2023 meningkat 20 persen.

Ketua DPRD Kota Bekasi Saifuddaulah menyambut para buruh didampingi anggota legislatif Adhika Dirgantara, Latu Har Hary (FPKS) dan Evi M dari Fraksi PAN.

Buruh akhirnya bubar setelah Ketua DPRD Saifuddaulah menandatangani surat kepada Presiden RI terkait tuntutan penurunan harga BBM dan pembatalan omnibus law. Sedangkan surat kepada Gubernur Jawa Barat dimaksudkan untuk menaikkan Upah Minimum Kota (UMK) Kota Bekasi hanya sebesar 20 persen. (***)

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.