banner 728x250
Berita  

Olimpiade Menjadi Sasaran Utama Prestasi Olahraga Indonesia

banner 468x60

MISKIN – Menpora Amali mengatakan target utama prestasi olahraga Indonesia saat ini adalah Olimpiade.

banner 336x280

“Target utama kami sekarang adalah Olimpiade. Sedangkan SEA Games dan Asian Games sekarang menjadi target menengah untuk mencapai target utama di olimpiade,” ujar Menpora Amali dihadapan peserta Munas PWI se-Indonesia dan dihadiri oleh Ketua Umum
PWI Pusat, Atal S Depari; Wakil DPRD Jatim, Sahat Tua P Simandjuntak dan Wakil Walikota Malang Sofyan Edi, serta Ketua SIWO PWI seluruh Indonesia di Malang, Senin (21/11/2022).

Menpora Amali menjelaskan, untuk mencapai target utama prestasi olahraga, Indonesia mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang DBON.

“Saya mendapat penugasan langsung dari Bapak Presiden untuk merombak total pembinaan prestasi olahraga kita. Karena sebelumnya kita lebih banyak meraih prestasi olahraga karena kebetulan bukan karena disain. Fakta melalui DBON ini harus diubah total, juara harus dicetak, bukan lahir kebetulan ,” kata Menpora Amali.

Melalui DBON, tambah Menpora, kita harus bisa mencetak juara. Kami memiliki cukup bakat yang harus kami poles untuk menjadi juara,
dan menyiapkan pelapis agar prestasi olah raga kita tetap terjaga.

“Karena kita adalah bangsa yang besar dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa. Dengan hadirnya DBON, kami berharap pola pembinaan olahraga prestasi kita lebih terarah dengan sentuhan ilmiah untuk menghasilkan juara-juara,” ujar Menpora.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pusat PWI Atal S Depari menilai Grand Design Olahraga Nasional (DBON) sangat menjanjikan. Hal ini tercermin dari hasil beberapa uji coba publik di beberapa perguruan tinggi di beberapa kota.

“Bisa dilihat, sejauh ini Dbon sepertinya masih berjalan “on the track”. Hal itu teruji lewat prestasi, misalnya di SEA Games Vietnam 2021. Kontingen Indonesia memang finis di urutan ketiga bukannya juara, tapi yang ketiga ini Tempat bisa diukur dari kemajuan yang dicapai. Dengan banyaknya atlet muda yang berprestasi dan berjaya di Vietnam, bulu tangkis salah satunya,” ujar Atal S Depari.

Selain itu, tambahnya, kini tim sepak bola remaja U-16 kita juga berhasil menjadi juara se-Asia. Ini tentu tidak mudah dan merupakan pengalaman baru.

Kini, menurut Atal, tinggal bagaimana DBON diimplementasikan dengan baik agar ke depan bisa menghasilkan prestasi yang lebih mumpuni. Jangan salah langkah.

“Tinggal bagaimana mengimplementasikannya dengan baik agar langkah awal yang baik dan menggembirakan ini dapat membawa hasil yang lebih mantap dalam prestasi kedepannya. Karena melalui DBON, pembinaan olahraga di tanah air lebih tertata, terstruktur, berkesinambungan dan didukung ilmu keolahragaan. ,” dia berkata.

Maka kini, dengan DBON, Atal menganggap atlet bukan lagi ditemukan, melainkan dicetak. Tidak lahir secara alami.

“Dengan DBON, kita ingin bentuknya seperti apa? Didesain, tidak lagi lahir alami dan kita akan jajaki dengan Kemenpora. Dengan DBO, kita berharap banyak. Di mana mimpi Indonesia menembus 10 besar? di dunia pada Olimpiade 2032 dan 5 besar pada Olimpiade 2042, apakah mungkin untuk mencapainya,” ujar Presiden CAJ periode 2022-2024 itu.

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *