banner 728x250
Berita  

Kebangkitan UMKM Pasca Pandemi, Upgrade Ke Ritel Modern

banner 468x60

Prof. Sapta Nirwandar, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center saat membuka webinar “Fast track UKM Scale up with Modern Retail” yang diselenggarakan oleh Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), didukung oleh Bank Indonesia , di Jakarta, Kamis 8 September 2022 (Foto: Istimewa).

banner 336x280

Jakarta – Prof. Sapta Nirwandar, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, meyakini setelah pandemi saat ini, UMKM bisa naik kelas dan masuk ke ritel modern.

“Sekarang momentum bagi UMKM kita untuk naik kelas memasuki ritel modern,” kata Prof Sapta saat membuka webinar “Fast track UKM Scale up with Modern Retail” yang diselenggarakan oleh Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) bersama Indonesian Halal Lifestyle Center (IHLC) Asosiasi Pengusaha Ritel (APRINDO) didukung Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian 9th Road to Indonesia Sharia Economic Festival 2022. Rangkaian kegiatan INHALIFE tahun ini banyak difokuskan pada kemajuan UMKM memasuki ritel modern.

“Kami mengusung tema ini karena ritel modern merupakan batu loncatan bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya agar lebih siap untuk pasar ekspor,” lanjutnya.

Dalam rangkaian kegiatan INHALIFE 2022, UMKM tidak hanya diberikan ilmu melalui webinar, tetapi juga akan dibina dalam workshop dan forum inkubasi. Kemudian produk-produk tersebut akan dihadirkan kepada pembeli dari berbagai retailer modern melalui table top dan showcase.

Khusus untuk hybrid webinar tanggal 8 September 2022, peserta yang hadir secara offline di Gedung Kebon Sirih Bank Indonesia adalah UMKM terpilih dan pengurus asosiasi/komunitas UMKM.

Ada EVAPORA, Ikatan UMKM Kadin Menengah, Komunitas Kuliner Indonesia, DIMENSI, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia, Komunitas Hands on Community, dan lain-lain.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Produk dan Jasa Kreatif Kementerian Perdagangan Miftah Farid dalam sambutannya mengatakan, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 62 juta, dan kegiatan ini sangat relevan dengan cita-cita dan misi Indonesia. Kemendag agar UMKM Indonesia go global, apalagi Kemendag juga baru. Ini bekerja sama dengan pengecer luar negeri Lulu Mart dan Ritel di Korea.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Aprindo Roy Mandey juga menyampaikan bahwa hanya ada dua sumber produk yang dijual di ritel modern yaitu dari manufaktur manufaktur dan dari UMKM, dan khusus untuk UMKM, masing-masing daerah memiliki keunikan produk masing-masing.

Pada acara ini hadir pula pembicara dan nara sumber dari para petinggi peritel modern di Indonesia yang tergabung dalam asosiasi APRINDO seperti Solihin, Corporate Affairs Director Alfamart Setyadi Surya, Direktur Ramayana Lestari Sentosa dan Vice President Superindo Donny A Passa. acara ini.

Turut hadir pula Pembina UMKM yang terbiasa membina dan membimbing UMKM menjadi ritel modern seperti Subiakto Priosoedarsono, seorang “Guru” Branding yang telah berkiprah lebih dari 50 tahun dan dikenal telah melahirkan banyak brand legendaris, seperti “Indomie Seleraku , Kopiko bukan Kopi, dan masih banyak lagi brand yang lahir dari “tangan dingin” Pak Bi.

Hadir pula Hadi Kuncuro, CEO Powercommerce Asia, sebuah perusahaan solusi teknologi dan pelopor e-commerce omni-channel dan manajemen rantai pasokan di Indonesia.

Webinar ini juga menghadirkan praktisi-praktisi yang berbagi sudut pandang dan pengalaman UMKM memasuki ritel modern, seperti Ibu Enong Nurjanah dari PT Ratu Barokah yang produk snack snacknya sudah 16 tahun berada di ritel modern.

Praktisi lainnya adalah Ben Wirawan, CEO Torch, yang menjual berbagai kebutuhan traveling dan aktivitas sehari-hari seperti tas ransel, tas selempang, sandal, dan pakaian yang sudah masuk ke retail modern.

Selain itu, Yamin Rachman, CEO Sambal Baba Papua yang baru saja produk cabainya masuk ke ritel modern di Papua, kini mulai merambah ke daerah lain.

Ada pula Filsa Budi Ambia, Founder Kampoeng Timoer oleh-oleh khas Kalimantan yang juga sudah berpengalaman memasukkan produknya ke ritel modern.

Acara yang dipandu oleh youtuber Indrawan Nugroho ini ditutup dengan sambutan dari Gita Wirjawan yang mengatakan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) disarankan untuk lebih peka dan proaktif dalam memanfaatkan peluang.

Ia juga mengatakan UMKM harus diberdayakan mengingat total persentase tenaga kerja yang terlibat di dalamnya mencapai 98 hingga 99 persen dan akan mempengaruhi stabilitas sosial, ekonomi, politik, dan budaya nasional. (Merah).

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.