banner 728x250
Berita  

Kakek Tinggal di Kandang Kambing, Uday Suhada: Ketimpangan Sosial di Pandeglang Mengkhawatirkan

banner 468x60

Pandelang, Banten – Seorang kakek Narmin (60), warga Kampung Pinang, Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang yang tinggal di bekas kandang kambing bikin miris semua orang.

banner 336x280

Untuk itu, Direktur Eksekutif Aliansi Mandiri Peduli Publik (ALIP) Banten Uday Suhada angkat bicara. Menurutnya, banyaknya kasus tersebut membuktikan ketimpangan sosial di Kabupaten Pandeglang sangat memprihatinkan

“Mulai dari Nek Simot di Kecamatan Patia, Ruminah di Kecamatan Cikedal, hingga saat ini Kakek Narmin di Kecamatan Sukaresmi sangat memprihatinkan. Mungkin masih banyak kasus seperti ini di Kabupaten Pandeglang dan ini sangat memprihatinkan,” kata Uday Suhada, Rabu (23/2). / 11/2022).

Menurut dia, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengabaikan kondisi yang sangat memprihatinkan itu. Bahkan, kata dia, Bupati ingin memaksakan penyediaan sepeda listrik untuk RT dan RW, terlepas dari kebutuhan pokok masyarakat, baik infrastruktur jalan, kualitas pelayanan kesehatan maupun pelayanan pendidikan.

“Meski dengan angkuhnya saat memaksakan diri untuk membeli sepeda listrik, Irna menyatakan Rp 38 miliar itu kecil untuknya,” ujarnya.

Sebagai warga Pandeglang, saya sangat malu. Setiap kali ada berita di media nasional, dari waktu ke waktu berita itu membuat saya sedih. Kabar tersebut tak jauh dari pasien yang ditandu untuk berobat, dan terus berulang.

“Pakta ini menunjukkan kegagalan kepemimpinan. Dulu kategorinya hanya masyarakat paling miskin, sekarang malah menjadi sangat miskin yang menimpa hampir separuh masyarakat Pandeglang,” ujarnya.

Apalagi, kata di, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKN) Banten menyatakan jumlah penduduk sangat miskin berdasarkan Data Sasaran Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) yang disusun oleh PK21, BPS dan Kementerian Sosial.

“Di mana warga yang masuk kategori sangat miskin, kondisinya tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, air minum bersih, sarana sanitasi, kesehatan, perumahan, pendidikan, dan informasi,” ujarnya.

Apalagi, kata Uday, angka kemiskinan ekstrim tertinggi ada di Provinsi Banten, secara persentase berada di Kabupaten Pandeglang. Dari total penduduk Kabupaten Pandeglang pada tahun 2020 yang mencapai 1.272.687 jiwa, hampir 50 persen masuk dalam kategori sangat miskin perorangan atau sekitar 597.504 jiwa.

“Ini merupakan situasi terparah dalam sejarah Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sukaresmi, M Windu Darojat mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan sembako. Untuk rumah, kata dia, pihaknya sudah mengirimkan bantuan ke dinas sosial.

“Untuk bantuan pemenuhan kebutuhan pokok sudah kami kirimkan dari lumbung sosial, untuk rumah yang roboh kami ajukan bantuan dari BTT (Bantuan Tak Terduga) melalui dinas sosial kabupaten Pandeglang. Semoga bantuan dari dinas sosial bisa segera terealisasi sehingga rumah bisa dibangun kembali,” katanya. (Putra).

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *