banner 728x250
Berita  

Gas Expo, Optimalisasi di Era Transisi Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

banner 468x60

Surabaya – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyelenggarakan kegiatan bersama dalam rangka optimalisasi infrastruktur lifting, distribusi, dan gas bumi untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional. Kegiatan berupa Gas Expo ini dilaksanakan di Surabaya selama 2 (dua) hari, 29-30 Agustus 2022 dengan penyelenggara acara adalah SKK Migas Perwakilan Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa).

banner 336x280

Pembukaan Gas Expo 2022 dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Kepala Dinas ESDM Jatim Nur Kholis, Direktur Pengembangan Usaha Hulu Migas Noor Arifin Muhammad , Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman, Panitia BPH Migas Harya Adityawarman, Pimpinan KKKS Jabanusa, BUMD Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta Badan Usaha Gas Bumi, Senin (19/8/2022)

Penemuan migas di Indonesia didominasi oleh gas, begitu juga di Jabanusa. Dalam waktu dekat, dengan selesainya proyek gas Jambaran Tiung Biru (JBT), Jawa Timur akan segera surplus gas. Dalam jangka panjang, seiring dengan implementasi plan of development (POD) proyek hulu migas di Jabanusa, surplus gas akan semakin besar. Melalui Gas Expo 2022, diharapkan ada kesamaan persepsi antara SKK Migas – BPH Migas – Transporter/shippers – Buyers dan pemangku kepentingan utama lainnya. Hal ini agar gas dapat dimanfaatkan secara optimal, termasuk potensi pengembangan industri berbasis gas di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Saat ini ditemukan cadangan baru berupa lapangan gas bumi dari kegiatan eksplorasi migas, namun beberapa proyek pengembangan lapangan migas tersebut mengalami keterlambatan karena belum adanya kepastian pasar atau pembeli yang akan menyerap potensi alam tersebut. produksi gas,” kata Wakil Kepala SKK Migas Fatar. Yani Abdurrahman.

Lebih lanjut Fatar menjelaskan, sinergi diperlukan untuk mendapatkan solusi bersama terkait kelebihan produksi gas dari pencapaian target penyerapan gas sesuai PJBG.

Selain itu, Fatar menambahkan regulasi baru terkait penggunaan gas flaring, karena potensi penggunaan gas flaring untuk industri, namun juga terkendala oleh belum tersedianya infrastruktur bagi calon pembeli yang membutuhkan fleksibilitas dalam pemanfaatannya.

“Yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana meningkatkan pemanfaatan gas bumi nasional di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, sehingga nilai tambah yang dihasilkan menjadi lebih besar dan mampu memberikan dampak positif berganda bagi tumbuhnya industri pendukung di Indonesia. dua provinsi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani juga meminta seluruh pemangku kepentingan di wilayah Jabanusa untuk mendukung operasional hulu migas di wilayah tersebut.

“Kita tahu bahwa saat ini industri hulu migas sedang berjuang untuk mencapai target lifting dan dua proyek migas yang akan menentukan pencapaian target tersebut berada di area ini, yaitu Blok Cepu yang dioperasikan oleh Mobil Cepu Ltd (MC) dan Blok Cepu yang dioperasikan oleh Mobil Cepu Ltd (MC) dan Blok Cepu. Proyek Jambaran Tiung Biru dikerjakan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC),” kata Fatar.

Blok Cepu saat ini merupakan penghasil minyak terbesar secara nasional dengan kontribusi sebesar 28 persen dari total produksi nasional.

“Sayangnya tahun ini produksi dari blok ini mengalami penurunan karena penurunan produksi yang alami dan beberapa kendala teknis yang menghambat operasional. Penurunan ini dapat diantisipasi dengan segera merealisasikan rencana percepatan pemboran infill drilling dan Kedung Keris Barat serta pengembangan gas yang belum diolah,” ujarnya.

Proyek Jambaran Tiung Biru yang diharapkan segera berkontribusi pada lifting nasional juga mengalami keterlambatan on stream. Penyebab utamanya adalah kendala keuangan yang dialami oleh kontraktor yang membangun fasilitas tersebut.

“SKK Migas sangat menekankan kepada Kontraktor KKS yang menjadi operator setiap blok dan mitra kerjanya untuk segera mengejar gap yang ada karena pencapaian target lifting sangat bergantung pada kinerja kedua blok tersebut. Selain itu, mengingat industri hulu migas erat kaitannya dengan banyak pemangku kepentingan, kami juga mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Jabanusa demi kelancaran kedua proyek tersebut,” ujar Fatar (@lie/Tim).

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.