banner 728x250
Berita  

BPI KPNPA RI: Ada Keanehan Penetapan Tersangka Lukas Enembe oleh KPK

banner 468x60

Jayapura – Ketua Umum Badan Riset Independen Kekayaan Negara & Pengawas Anggaran (BPI KPNPA RI)

banner 336x280

Tubagus Rahmad Sukendar melihat ada yang janggal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka tanpa melalui tahapan proses penyidikan dengan baik.

Menurut Tubagus Rahmad Sukendar, langkah KPK sangat tergesa-gesa menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka yang sangat prematur dan berdampak pada stabilitas nasional, untuk itu BPI KPNPA RI meminta KPK menangani kasus Luke Enembe yang terkesan sangat terpaksa, untuk ditinjau kembali dalam rangka menjaga keutuhan negara kesatuan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Papua.

Tubagus Rahmad Sukendar, yang akrab disapa Kang Tb Sukendar, menilai dalam penetapan tersangka kasus suap dan gratifikasi terhadap Lukas Enembe, publik ribut.

“Apalagi tidak ada tahapan pemeriksaan dari KPK terkait Lukas Enembe, tiba-tiba KPK langsung menetapkannya sebagai tersangka. Jadi yang bikin bingung kenapa KPK bisa kerja serampangan dengan mudah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka… yang sebenarnya terjadi. ???” ujar Tubagus Rahmad Sukendar, Minggu (18/9/2022).

Karena secara hukum, kata Tubagus Rahmad Sukendar, untuk menetapkan tersangka harus melalui tahapan.

Menurutnya, KPK harus mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus Luke Enembe. Komisi Pemberantasan Korupsi kemudian melakukan tahapan pemeriksaan, untuk menentukan status tersangka atau tidak.

“Saya melihat dalam kasus Lukas Enembe, apa yang dilakukan KPK dapat menimbulkan masalah lain dan pada akhirnya dapat menimbulkan kekacauan yang mengganggu stabilitas nasional yang sudah kondusif di Papua.

Untuk itu, selaku Ketua Umum BPI KPNPA RI, Tubagus Rahmad Sukendar meminta KPK segera mencabut penetapan tersangka terhadap Lukas Enembe dan KPK segera mengumumkannya dengan memulai pemeriksaan awal guna memeriksa saksi-saksi terkait keterlibatan tersebut. dalam kasus Luke Enembe.

“Label tersangka ini lebih baik dihilangkan. Mungkin ada kepentingan dan permainan yang tidak sehat,” kata Kang Tb Sukendar

Diketahui, ribuan pendukung Gubernur Papua Lukas Enembe atas nama Koalisi Save LE Papuan People akan menggelar aksi damai di Jayapura, Selasa (20/9/2022).

Tindakan ini merupakan respon publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp. 1 miliar.

“Informasi yang diperoleh BPI KPNPA RI Wilayah Papua, aksi massa nantinya akan menolak kriminalisasi KPK terhadap Gubernur Papua dan meminta Presiden Jokowi untuk campur tangan dalam masalah Lukas Enembe,” pungkasnya. (Putra).

banner 336x280
banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published.